Banjir Telah Surut, BPBD Bandar Lampung bersama Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Hanyut

22-03-2022 122 Kali Dibaca

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung melaporkan banjir yang terjadi di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung pada Jumat (10/12) pukul 17.00 WIB telah surut.

“Banjir sudah surut sekitar jam 9 malam kemarin,” ujar Mizuardi, staf BPBD Kota Bandar Lampung melalui sambungan telepon, Sabtu (11/12).

Adapun banjir yang terjadi akibat tanggul jebol yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi ini mengakibatkan satu anak hanyut.

Sampai hari ini (11/12), BPBD Kota Bandar Lampung bersama tim gabungan masih melakukan giat pencarian korban hanyut.

“Sampai saat ini, BPBD bersama tim gabungan dari TNI, Polri dan Basarnas masih melakukan pencarian satu anak yang hanyut,” tambah Mizuardi.

BPBD bersama warga setempat juga melakukan giat pembersihan material pascabanjir pada pemukiman warga. Tidak ada warga mengungsi akibat peristiwa ini.

Terdapat dua kecamatan yang terdampak akibat banjir, meliputi Kecamatan Kemiling tepatnya di Perum Ragom Gawi 1 serta Perum Bukit Bilabong di Kecamatan Langkapura.

Kajian inaRisk menunjukkan Kota Bandar Lampung memiliki potensi bahaya banjir pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 16 kecamatan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang cukup merata di sebagian besar wilayah Lampung pada siang dan sore hari pada Minggu (11/12).

Adapun pada prakiraan cuaca tiga harian mulai Minggu (11/12) hingga Senin (13/12), Kota Bandar Lampung didominasi cuaca berawan dan hujan ringan.

Merespon hal tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan perangkat daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau prakiraan cuaca dari BMKG, melakukan peninjauan kondisi tanggul penahan air secara berkala, mengaktifkan sistem peringatan dini terkait peningkatan debit air serta memperhatikan aktivitas kaum rentan yang terdiri dari orang lanjut usia (lansia), ibu hamil maupun anak-anak yang berada di sekitar lokasi berpotensi banjir.