Pemkot Bandarlampung Bantu UMKM Dapatkan KUR

06-08-2019 174 Kali Dibaca

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung berkomitmen akan membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meminjam kredit usaha rakyat (KUR), dengan memberikan kemudahan dalam mengurus keterangan usaha.

"Pemkot akan memberikan kemudahan dalam mengurus surat izin usaha dan keterangannya di lurah maupun camat," kata Wali Kota Bandarlampung Herman HN di Bandarlampung, Jumat (31/3). Dia mengatakan, pemkot pun telah berkomunikasi dengan sejumlah bank seperti BRI dan Bank Mandiri tentunya yang mempunyai program KUR. Ia mengimbau, agar pelaku UMKM dapat meminjam uang di bank dengan program tanpa agunan dan hanya dikenakan bunga sembilan persen.

"Maksimal pinjam uang Rp25 juta itu tanpa agunan, bila lebih tapi harus ada agunan," katanya. Wali kota yang menjabat di periode ke dua ini menegaskan, agar yang meminjam benar-benar pelaku usaha bukan masyarakat tanpa memiliki usaha."Saya tidak ingin main-main, jika ingin minta keterangan usaha harus benar-benar memiliki usaha yang jelas," kata dia.

Bukan hanya itu, pemkot pun telah bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia cabang Bandarlampung untuk membantu para pelaku UMKM melakukan pemasaran produk usaha melalui sistem online. Sebab ini merupakan, salah satu bentuk dukungan untuk para pelaku usaha kecil menengah yang merupakan salah satu pilar ekonomi nasional. Menurutnya, berdasarkan amanat UU Nomor 19 tahun 2003, PT. Pos Indonesia sebagai salah satu BUMN memiliki tanggung jawab untuk ikut serta aktif dalam memberikan bimbingan serta bantuan kepada pelaku usaha kecil menengah, koperasi dan masyarakat.

"Harapannya melalui sistem online atau media sosial ini, pelaku UKM dapat mengembangkan bisnis dan jaringan usahanya lebih dikenal, lebih luas dan lebih cepat," kata dia. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemkot Bandarlampung, Girendra mengatakan ada 300 pelaku UMKM yang turut serta dalam bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia cabang Kota Bandarlampung. "Sejauh ini kita telah membantu UMKM dengan memberikan bantuan berupa uang sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta," kata dia. Bantuan ini dilihat berdasarkan komitmen pelaku usaha, apakah secara benar dalam memulai usahanya termasuk memberikan pinjaman melalui Bank Pasar Kota Bandarlampung dengan dana yang telah disiapkan mencapai Rp6 miliar. (Ant)