VISI & MISI PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG

 

Pembangunan kota Bandar Lampung merupakan rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitu masa depan yang lebih baik.  Dalam rangka menetapkan tujuan pembangunan kota Bandar Lampung, diperlukan visi yang mengarahkan pandangan ke depan mengenai cita-cita kota yang disepakati bersama dan sebagai pedoman seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan kota, baik pemerintah kota, swasta, dan masyarakat (seluruh stakeholders) dalam memantapkan peran masing-masing dalam membangun Kota Bandar Lampung.

Guna menyelaraskan seluruh aspirasi, langkah strategik, energi masyarakat untuk pembangunan, dan identitas masyarakat untuk bergerak ke arah yang lebih maju, baik secara komparatif ataupun secara kompetitif, maka ditetapkanlah Visi Pemerintah Kota Bandar Lampung 2010-2015 adalah: “Terwujudnya  Kota Bandar Lampung yang Aman, Nyaman, Sejahtera, Maju, dan Modern”.

 

Visi tersebut mengandung 5 (lima) unsur utama dalam pembangunan Kota Bandar Lampung yaitu:

1)         Aman

Suatu kondisi tercipta dan terjaganya keamanan dan ketertiban masyarakat baik dari gangguan manusia maupun dari gangguan alam, diukur dari menurunnya tingkat kriminalitas, minimnya tingkat gangguan baik keamanan dan ketertiban dalam masyarakat, meningkatnya penegakan supremasi hukum serta meningkatnya adaptasi dan mitigasi terhadap resiko terjadinya bencana alam. Tujuan akhir dari visi ini adalah menciptakan kondisi yang aman untuk dihuni, aman untuk tempat bekerja dan suasana yang aman dan menarik untuk dikunjungi oleh pendatang.

2)         Nyaman

Suatu kondisi yang memberikan keselarasan aspek sosial budaya, ekonomi serta lingkungan hidup dan tata ruang wilayah, diukur dari meningkatnya keselarasan dan konsistensi pemanfaatan tata ruang oleh masyarakat untuk peningkatan keselarasan antara manusia dan lingkungan serta meningkatnya kenyamanan wilayah kota untuk bermukim dan bekerja. Untuk mencapai visi  Kota yang Nyaman, misi yang hendak diemban oleh kota Bandar Lampung adalah mampu menyediakan tempat tinggal yang berkualitas, sesuai serta terjangkau oleh kemampuan warga kota dan pendatang serta mampu menyediakan dan memperluas lapangan dan kesempatan kerja yang memadai bagi warga kota dan pendatang.

3)         Sejahtera

Suatu kondisi masyarakat yang lebih baik dan terus menerus diukur dari beberapa aspek yaitu meningkatnya taraf hidup masyarakat seimbang dengan pertumbuhan perekonomian wilayah. Hal ini ditandai dengan peningkatan usia harapan hidup, meningkatnya pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, meningkatnya kesempatan berusaha, berkurangnya jumlah penduduk miskin, meningkatnya angka partisipasi kasar dan murni di bidang pendidikan, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

4)         Maju

Adalah kondisi masyarakat yang mampu dan cepat dapat menangkap dan menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan baik di tataran lokal, nasional dan internasional. Hal ini ditandai dengan adanya kesiapan aparatur pemerintah kota dan masyarakat dalam merespon tuntutan dan perkembangan perubahan lingkungan internal maupun eksternal.

Untuk mencapai kota yang maju, Bandar Lampung perlu meningkatkan diri untuk menciptakan kinerja pelayanan berkualitas internasional. Perkembangan dunia telah menumbuhkan kriteria-kriteria baru dalam tingkat kemudahan bertransaksi, berkomunikasi dan penyelenggaraan transformasi usaha maupun aktifitas domestik.

Kinerja pelayanan yang berkualitas dan kompetitif ditujukan untuk mendukung sektor-sektor yang akan bersaing dalam perekonomian dunia dan regional, serta berfungsi sebagai basis perkembangan kota Bandar Lampung. Disamping itu, kinerja pelayanan internasional ini juga ditujukan untuk mendukung kualitas kehidupan warga kota Bandar Lampung.

5)         Modern

Adalah kondisi ketersediaan infrastruktur perkotaan yang baik, teratur, aksesibel dan berkelanjutan dalam memberikan dukungan fungsi kota dan peningkatan daya saing basis perkotaan.  Dalam konteks modern ini, juga mengarah kepada proses pergeseran sikap dan mentalitas pemerintahan maupun masyarakat untuk dapat hidup dan berperilaku sesuai tuntutan masa kini. Hal ini didasarkan atas fakta bahwa perekonomian dunia semakin menekankan pentingnya kompetisi dan keterbukaan yang mendorong perekonomian kota Bandar Lampung berhadapan langsung dengan jaringan dan sistem internasional. Karena itu, Bandar Lampung harus mampu memilih dan mengembangkan sektor perkotaan yang strategis sebagai basis perekonomian kota serta menyiapkan dan meningkatkan seluruh prasarana pendukung bagi sektor-sektor basis perkotaan.

 

 

Guna memberikan gambaran kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka pencapaian Visi Pemerintah Kota Bandar Lampung 2010-2015 , yang selanjutnya dijadikan sebagai suatu pedoman dalam penyusunan strategi yang dirumuskan dalam arah kebijakan dan program prioritas dalam mengalokasikan sumber daya daerah, maka ditetapkanlah Misi Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai berikut :

1)         Mengembangkan Kota Bandar Lampung sebagai Pusat Jasa dan Perdagangan, Berbasis pada Ekonomi Kerakyatan.

Pelaksanaan misi ini didasarkan oleh posisi strategis Kota Bandar Lampung sebagai ibukota provinsi, sekaligus sebagai jalur perlintasan dan pusat jasa, industri, dan perdagangan. Misi ini ditujukan untuk membangun dan mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi daerah dalam rangka memberikan peluang seluas–luasnya bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.  Melalui misi ini akan disinergikan semua potensi dari semua pelaku ekonomi, dunia usaha, lembaga keuangan dan kelembagaan lainnya dalam rangka membangun ekonomi kota yang berdaya saing. Potensi industri, perdagangan dan jasa akan menjadi prioritas dengan didukung oleh sub sektor turunan ketiga sektor tersebut. Kebijakan ekonomi dengan pendekatan kemitraan yang sinerjik dan saling menguntungkan antara usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan usaha besar akan dikembangkan untuk membangun perekonomian yang tangguh dan berdaya saing baik perekonomian kota secara umum maupun ekonomi kerakyatan secara khusus.

Misi ini antara lain diselenggarakan melalui penetapan prioritas sektor-sektor andalan yang perlu didorong menuju pasar internasional dengan memberikan peran yang utama bagi kota Bandar Lampung menjadi pusat koleksi dan distribusi barang dan jasa; menyiapkan dan menyediakan perangkat administratif-birokrasi yang bersifat insentif bagi sektor-sektor andalan dan seluruh sektor pendukungnya; serta menyiapkan institusi dan aparat yang mampu menyelenggarakan aktifitas pembangunan dan pengendalian perkembangan kota Bandar Lampung.

Secara fisik, misi ini akan didukung dengan penyiapan lokasi dan lahan yang memadai bagi fungsi-fungsi bisnis dan residensial, sesuai dengan kebutuhan aksesibilitas, komunikasi, maupun rekreasi dari masing-masing fungsi. Kualitas pelayanan kota juga perlu menjamin tingkat kenyamanan dan keamanan warga maupun pendatang yang terlibat dalam penyelenggaraan aktifitas pembangunan kota, baik aktifitas bisnis maupun domestik. Dalam kualitas pelayanan yang nyaman dan aman tercakup kondisi penyediaan fasilitas umum dan lingkungan, utilitas, ruang terbuka hijau, iklim mikro, prasarana dan sarana transportasi sarana keamanan dan keselamatan, tingkat keterampilan dan kemampuan sumberdaya manusia yang terlibat dalam pelayanan publik.

 

2)         Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Penguasaan Iptek dan Nilai-Nilai Ketaqwaan, Perkembangan Kreatifitas Seni dan Budaya serta Peningkatan Prestasi Olahraga.

Pelaksanaan misi ini dilandasi oleh kesadaran bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan orientasi pembangunan dengan paradigma pembangunan kualitas manusia yang sehat, sejahtera serta berkarakter dengan dilandasi oleh nilai ketakwaan. Misi ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan pendidikan serta pengembangan pendidikan dan latihan yang berorientasi kepada kualitas untuk menjawab tantangan global, serta pengembangan kreatifitas seni dan budaya. Melalui misi ini akan disinergikan semua potensi yang dimiliki oleh pemerintah Kota Bandar Lampung dan masyarakat melalui keterpaduan kebijakan, pendekatan program kerja, dan alokasi anggaran berimbang. Pengembangan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau juga tetap dilandasi dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa untuk memberikan bekal kemampuan iptek dan imtaq bagi peserta didik. Yang tidak kalah pentingnya dalam misi ini adalah bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kreatifitas dan lainnya juga harus diimbangi dengan prestasi baik prestasi pendidikan maupun prestasi keolahragaan pemuda.

Dalam menjalankan misi yang diemban, berb agai prasyarat diperlukan agar kota Bandar Lampung mencapai visi sebagai kota budaya. Prasyarat tersebut mencakup prasarana dan fasilitas untuk mewadahi aktifitas kebudayaan dan kesenian, penyiapan sarana penunjang kebudayaan dan kesenian, memperluas dan membina kegiatan budaya dan seni yang akan dipromosikan pada dunia internasional, serta memperluas jaringan informasi kebudayaan dan kesenian.

Dalam perannya sebagai pusat Sumatera bagian Selatan dan Lampung, kota Bandar Lampung  menjadi wahana pertukaran informasi. Kebudayaan dan kesenian Lampung, yang secara terus menerus perlu digali dan dibina pada seluruh komunitas di wilayah Lampung. Pelestarian kebudayaan dan kesenian Lampung antara lain ingin dicapai melalui bentuk apresiasi seni dan budaya, yang diinformasikan secara tertulis, verbal maupun bentuk nyata kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk masyarakat internasional. Di sini kota Bandar Lampung akan berperan sebagai wahana penyampaian informasi, baik melalui pagelaran seni dan budaya, penerbitan informasi tertulis mengenai seni dan budaya, penerbitan informasi tertulis mengenai seni dan budaya, dan museum atau bangunan bersejarah (artifak) yang menyimpan benda dan informasi mengenai seni dan budaya Lampung.

 

3)         Meningkatkan Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Masyarakat

Sesuai dengan konvensi internasional hak-hak sosial, ekonomi dan  budaya 1966 dan berbagai amanat internasional, kesehatan pada dasarnya merupakan hak asasi manusia. Oleh karena itu, setiap orang mempunyai hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang terjangkau dan bermutu. Kewajiban negara adalah untuk memenuhi hak tersebut kepada seluruh warga yang berada di wilayah administratifnya.  Dalam era otonomi daerah saat ini, tanggung jawab terbesar dalam menjamin terpenuhinya hak kesehatan masyarakat,  berada di pundak pemerintah kabupaten/kota.

Misi ini merupakan landasan bagi pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat (terutama penyandang masalah kesejahteraan sosial) di Kota Bandar Lampung. Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28 H ayat (1) dan Undang–undang No 23/1992 tentang Kesehatan. Misi ini memandang bahwa pembangunan kesehatan dan kesejahteraan sosial masyarakat merupakan suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

 

4)         Meningkatkan Pelayanan Publik dan Kinerja Birokrasi yang Bersih, Profesional, Berorientasi Kewirausahaan dan Bertata Kelola yang Baik.

Misi ini dimaksudkan untuk mencapai kondisi tata kepemerintahan yang baik, yaitu tata pemerintahan yang dilaksanakan secara transparan dengan dukungan aparatur yang akuntabel, profesional, efesien dan efektif serta berkeadilan. Misi ini juga bertujuan unbtuk mewujudkan pemerintahan daerah yang berorientasi pada kewirausahaan (entrepreneurial government) yang mendorong inovasi dalam manajemen pemerintahan untuk pelayanan lebih baik kepada masyarakat dan dunia usaha. Pada akhirnya, misi ini akan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja dan pelayanan dalam berbagai aspek pembangunan.

Misi ini muncul menanggapi perkembangan dunia yang semakin pesat dan bersifat global. Era globalisasi dicirikan oleh keterbukaan dan persaingan dalam memanfaatkan peluang hubungan antar-negara. Untuk mencapai kota berkelas dunia, Bandar Lampung perlu meningkatkan diri untuk menciptakan kinerja pelayanan berkualitas internasional (modern). Perkembangan dunia telah menumbuhkan kriteria-kriteria baru dalam tingkat kemudahan bertransaksi, berkomunikasi dan penyelenggaraan transformasi usaha maupun aktifitas domestik. Kinerja pelayanan yang berkualitas dan kompetitif ditujukan untuk mendukung sektor-sektor yang akan bersaing dalam perekonomian dunia dan regional, serta berfungsi sebagai basis perkembangan kota Bandar Lampung juga ditujukan untuk mendukung kualitas kehidupan warga kota Bandar Lampung.

 

5)         Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan

Misi ini ditujukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bijaksana sehingga semua aktivitas pembangunan tidak merusak lingkungan yang dapat berakibat menurunkan daya dukung lingkungan yang dapat menopang hidup seluruh warga kota dalam jangka panjang. Keberhasilan misi ini sangat tergantung dari komitmen politik pemerintah kota dan peran serta masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan untuk membangun kesadaran publik, komitmen, kebijakan dan perencanaan tata ruang serta keterpaduan program pelestarian lingkungan hidup sangat secara berkelanjutan penting untuk dilakukan.

Misi ini juga bertujuan mewujudkan mutu lingkungan hidup yang sehat guna mendukung tumbuh kembang anak/remaja, memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup sehat, dan meningkatkan interaksi sosial serta melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari lingkungan sehingga tercapai derajat kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat secara optimal.

Misi yang diemban kota Bandar Lampung dalam misi ini adalah menjamin ketersediaan sumberdaya alam dan kualitas lingkungan hidup generasi yang akan datang serta menjamin tingkat kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi kini dan yang akan datang.

Dalam penyelenggaraan pembangunan yang menjadikan kota Bandar Lampung sebagai kota perdagangan dan jasa, pariwisata, pusat transportasi, permukiman, pendidikan dan kebudayaa; berbagai perubahan lingkungan akan timbul proses transformasi lahan; penambahan unsur-unsur baru ke dalam lingkungan oleh limbah kegiatan; penggunaan dan pengambilan sumberdaya alam sebagai bahan baku maupun penunjang; serta proses dinamika populasi kependudukan, flora dan fauna.

Misi pembangunan yang berkelanjutan menjadi bagian terpadu dari seluruh aktifitas pembangunan yang dilangsungkan, sehingga proses dan hasil pembangunan tersebut tetap dapat dilangsungkan dan dinikmati oleh generasi mendatang.

 

6)         Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur dengan Mengedepankan Penataan Wilayah, Pembangunan Sarana dan Prasarana Kota Wisata yang Maju dan Modern.

Misi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan prasarana dan sarana dasar perkotaan yang terdiri dari sarana dan prasarana perumahan permukiman, transportasi, pengairan, energi listrik dan telekomunikasi serta membangun infrastruktur lainnya, bekerjasama dengan dunia usaha dan atau BUMN untuk menghadapi era globalisasi serta membangun daya saing keunggulan dan potensi daerah dan pencerminan budaya daerah dalam rangka meningkatkan efisiensi, produktivitas daerah dan kualitas kehidupan masyarakat kota. Keseluruhan pengembangan sarana dan prasarana perkotaan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan Kota Bandar Lampung sebagai kota wisata yang maju dan modern.

 

 

TUJUAN DAN SASARAN

Penjabaran dari masing-masing agenda berdasarkan uraian misi yang berisi tujuan dari masing-masing misi serta permasalahan dan strategi yang perlu dilakukan adalah sebagaimana uraian berikut.

 

Misi 1      : Mengembangkan Kota Bandar Lampung sebagai Pusat Jasa dan Perdagangan, Berbasis pada Ekonomi Kerakyatan

Tujuan yang ingin dicapai dari misi ini adalah:

  1. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi;
  2. Meningkatnya perkembangan ekonomi kerakyatan;
  3. Meningkatkan peran serta masyarakat, swasta, perbankan dan lembaga lainnya untuk mendukung ekonomi kerakyatan;
  4. Menguatnya struktur ekonomi kota dalam sektor jasa, perdagangan dan industri;
  5. Meningkatnya pendapatan asli daerah

 

Sedangkan sasaran yang hendak dicapai sebagai alat ukur tercapainya tujuan dari misi 1 (pertama) tersebut adalah :

  1. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 – 7% per tahun.
  2. Meningkatnya peran kelembagaan dan permodalan KUMKM dalam pengembangan ekonomi lokal yang berdaya saing.
  3. Kontribusi sektor jasa terhadap PDRB Kota sebesar 50-51%
  4. Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB Kota sebesar 15-16%
  5. Kontribusi Sektor Industri terhadap PDRB Kota sebesar 20-23%
  6. Menurunnya angka kemiskinan menjadi 20%.
  7. Peningkatan PAD rata-rata 20% per tahun.
  8. Meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 65%.
  9. Upah minimum kota (UMK) sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL).

 

 

Misi 2      : Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Penguasaan Iptek dan Nilai-Nilai Ketaqwaan, Perkembangan Kreatifitas Seni dan Budaya serta Peningkatan Prestasi Olahraga

Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan Misi kedua ini adalah:

  1. Meningkatkan akses masyarakat untuk mendapatkan pendidikan;
  2. Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan;
  3. Meningkatnya manajemen pendidikan;
  4. Meningkatkan minat dan budaya baca;
  5. Meningkatnya kualitas kehidupan beragama dan kerukunan hidup bermasyarakat;
  6. Meningkatnta ketahanan sosial masyarakat;
  7. Meningkatnya stabilitas sosial dan politik;
  8. Meningkatnya perlindungan kepada masyarakat;
  9. Meningkatnya pengembangan seni, budaya dan parisiwata;
  10. Meningkatnya prestasi pemuda dan olahraga.

 

Agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bandar Lampung yang lebih baik melalui misi 2 (dua) ini dilakukan dengan upaya tercapainya sasaran:

  1. Meningkatnya angka partisipasi pendidikan baik APK maupun APM pada semua jenjang pendidikan;
  2. Meningkatnya jumlah SMK;
  3. Menurunnya angka buta aksara;
  4. Berkurangnya jumlah sekolah yang rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat;
  5. Meningkatnya jumlah guru yang berkualifikasi S-1;
  6. Meningkatnya jumlah sekolah SSN dan RSBI pada semua tingkatan;
  7. Seluruh sekolah memiliki perpustakaan;
  8. Seluruh sekolah memiliki prasarana sekolah (ruang UKS, laboratorium, lapangan olahraga, ruang praktek, dsb);
  9. Terfasilitasinya penyelengaraan kegiatan keagamaan;
  10. Terjaganya stabilitas, kerukunan dan ketertiban masyarakat;
  11. Terjaganya kerukunan hidup beragama dan bermasyarakat;
  12. Meningkatnya jumlah kegiatan seni dan budaya;
  13. Meningkatnya jumlah wisatawan dan yang berkunjung ke Kota Bandar Lampung;
  14. Meningkatnya prestasi olahraga di tingkat provinsi dan nasional.

 

 

Misi 3      : Meningkatkan Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Masyarakat

Tujuan yang ingin dicapai melalui misi ini adalah:

  1. Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar.
  2. Meningkatnya pelayanan kesehatan rujukan.
  3. Meningkatnya surveylance epidemologi dan penanggulangan kejadian luar biasa.
  4. Meningkatnya kualitas dan kesejahteraan keluarga;
  5. Meningkatnya perlindungan serta peran serta perempuan dalam pembangunan.
  6. Meningkatnya pelayanan sosial kepada masyarakat.
  7. Meningkatnya pelayanan penanggulangan korban bencana.

 

Agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bandar Lampung yang lebih baik melalui misi 3 (tiga) ini dilakukan dengan upaya tercapainya sasaran:

1.   Cakupan Kunjungan Ibu Hamil : 95%
2.   Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani : 80%
3.   Cakupan Perslinan Nakes : 90%
4.   Cakupan Pelayanan Nifas : 90%
5.   Cakupan Neunatus Komplikasi Ditangani : 80%
6.   Cakupan Kunjungan Bayi : 90%
7.   Cakupan Kelompok UCI : 100%
8.   Cakupan Anak Balita : 100%
9.   Cakupan MP ASI : 90%
10. Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan : 100%
11. Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD : 100 %
12. Cakupan KB Aktif : 100%
13. Cakupan Penemuan & Penanganan Penderita Penyakit :

  • AFP Rate per 100.000 penduduk < 15 Tahun : < 5 %
  • Penemuan Penderita Pnemonia Balita : 100%
  • Penemuan Pasien Baru TB. BTA Positif : 85%
  • Penderita TBC yang Ditangani : 100%
  • Penemuan Penderita Diare : 100%

14. Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin : 100%
15. Cakupan Pelayanan kesehatan Rujukan untuk Masyarakat Miskin : 100%
16. Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang Harus diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kota : 100%
17. Cakupan Kel. KLB yang dilakukan PE 24 Jam : 100%
18. Cakupan Desa Siaga Aktif : 80%
19. Tersedianya asuransi jiwa bagi masyarakat
20. Berkurangnya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)
21. Tertanganinya korban bencana
22. Tersedianya sarana dan prasarana penanggulangan korban bencana

 

Misi 4           : Meningkatkan Pelayanan Publik dan Kinerja Birokrasi yang Bersih, Profesional, Berorientasi Kewirausahaan dan Bertata Kelola yang Baik.

Tujuan yang ingin dicapai melalui misi ini adalah :

  1. Meningkatnya kualitas sumber daya aparatur.
  2. Meningkatnya kualitas pelayanan publik.
  3. Meningkatnya kualitas dan kuantitas produk hukum daerah.
  4. Meningkatnya kesadaran hukum
  5. Meningkatnya kinerja pengelolaan keuangan daerah.
  6. Meningkatnya kinerja perencanaan daerah.
  7. Meningkatnya kinerja administrasi daerah.
  8. Meningkatnya kapasitas kelembagaan Pemda, Kecamatan dan Kelurahan.
  9. Meningkatnya Fungsi Penganggaran, Pengawasan dan Legislasi.

 

Agenda meningkatkan Kota Bandar Lampung yang lebih aman dan nyaman melalui misi 4 (empat) ini dilakukan dengan berbagai kebijakan untuk tercapainya sasaran:

  1. Berkurangnya jumlah PNS yang melanggar disiplin;
  2. Meningkatnya jumlah PNS yang mengikuti pendidikan fungsional dan struktural;
  3. Tersedianya sarana dan prasarana kerja yang sesuai dengan ketentuan;
  4. Pelayanan perizinan yang tepat waktu dan sesuai dengan SOP;
  5. Tersedianya media pengaduan masyarakat terkait pelayanan pemerintahan;
  6. Tercapainya laporan keuangan wajar tanpa pengecualian;
  7. Tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah;
  8. Tersedianya data dan informasi terkait perencanaan;
  9. Terlaksananya proses dan tahapan perencanaan sesuai ketentuan;
  10. Tertib administrasi pelaksanaan pembangunan daerah;
  11. Tertib administrasi kearsipan;
  12. Meningkatkatnya jumlah Perda yang disahkan.

 

 

Misi 5           : Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan

 

Tujuan yang ingin dicapai melalui misi ini adalah :

  1. Mewujudkan keseimbangan lingkungan dan keberkelanjutan pembangunan.
  2. Meningkatnya pelayanan kebersihan dan pengelolaan sampah.

 

Agenda meningkatkan Kota Bandar Lampung yang lebih aman dan nyaman melalui misi 5 (lima) ini dilakukan dengan berbagai program untuk tercapainya sasaran:

  1. Terjaganya daerah resapan air dan sumber-sumber air;
  2. Berkurangnya polusi udara;
  3. Adanya pengolahan sampah oleh masyarakat;
  4. Peningkatan persentase ruang terbuka hijau;
  5. Terpantaunya IPAL pada industri dan fasilitas umum lainnya;
  6. Berkurangnya jumlah gunung dan bukit yang mengalami kerusakan;
  7. Volume sampah yang tertangani mencapai 90%;
  8. Meningkatnya jumlah sarana dan prasarana.

 

 

Misi 6           : Meningkatkan Daya Dukung Infrastruktur dengan Mengedepankan Penataan Wilayah, Pembangunan Sarana dan Prasarana Kota Wisata yang Maju dan Modern.

 

Tujuan yang ingin dicapai melalui misi ini adalah:

  1. Meningkatnya akses dan kualitas prasarana dan sarana perkotaan.
  2. Meningkatnya penanganan sungai dan drainase.
  3. Meningkatnya penataan kawasan permukiman kumuh.
  4. Meningkatnya kualitas dan kuantitas pelayanan air bersih dan air limbah.
  5. Meningkatnya akses dan kualitas prasarana dan sarana perhubungan.
  6. Meningkatnya pelayanan dan sarana prasarana obyek wisata.
  7. Meningkatnya pemanfaatan ruang kota yang sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.

 

Agenda meningkatkan Kota Bandar Lampung yang lebih maju dan modern melalui misi 6 (enam) ini dilakukan untuk tercapainya sasaran :

  1. Meningkatnya jumlah jalan yang kondsisinya mantap (baik);
  2. Bertambahnya panjang jalan kota dan jalan lingkungan;
  3. Tertatanya daerah bantaran sungai;
  4. Berkurangnya sedimentasi sungai dan drainase;
  5. Tertatanya kawasan permukiman kumuh;
  6. Meningkatnya cakupan pelayanan air bersih mencapai 45%;
  7. Tersedianya instalasi penanganan air limbahn yang bersifat komunal;
  8. Berkurangnya titik banjir;
  9. Berkurangnya titik kemacetan;
  10. Bertambahnya fasilitas lalu lintas dan angkutan massal;
  11. Meningkatnya kualitas pelayanan pariwisata
  12. Meningkatnya sarana dan prasarana wisata;
  13. Berkurangnya bangunan yang melanggar peruntukan ruang;
  14. Meningkatnya keindahan dan kenyamanan kota;