Drs H. Herman HN, MM Walikota Bandar Lampung untuk masa bhakti 2010-2015 merupakan putra ketiga dari pasangan Hasanusi dan Ratu Pesayan yang lahir di Menggala pada tanggal 17 Mei 1956.

Walikota terpilih yang dilantik pada tanggal 15 September 2013 ini menuturkan sekelumit perjalanan hidup dari kampung halamannya di Pagardewa hingga akhirnya mengantarkannya menjadi orang nomor satu di Kota Bandar Lampung serta prinsip hidup dan  motivasi yang mendorongnya untuk dapat mewujudkan semua obsesi yang dimilikinya sebagaimana kutipan wawancara dengan awak media pada tahun 2009 silam, berikut ini.

 

Perjuangan, Tekad dan Kerja Keras

Ayahanda beliau, Hasanusi, merupakan inspirator dalam membentuk prinsip hidup dan perjuangan yang menjadi motivasinya selama ini. Saat di kampung Pagardewa, Hasanusi dua kali sepekan mendayung perahunya dari Menggala hingga ke perkampungan nelayan di Teladas untuk berjualan berbagai bahan pokok makanan.

 

  “Saya ingat betul, bagaimana ayah saya itu berkerja mengumpulkan rezeki untuk membiayai hidup kami sekeluarga. Bayangkan, tiga hari sekali dia menyusuri Way Tulangbawang menuju Teladas untuk berdagang bahan pangan pokok. Pulangnya, ia melawan arus sungai untuk pulang sambil membawa ikan asin, terasi, dan dagangan lainnya. Perjuangan itu yang selalu mengingatkan saya kepada jasa kedua orang tua saya. Saya pernah sekali ikut waktu SD, sekitar tahun 1969. Alangkah beratnya perjuangan ayah, “ ujarnya.

Ada semburat wajah syahdu saat di tanya tentang masa-masa kecil bersama keluarganya di kampungnya di Pagardewa, Tulangbawang Barat. Matanya sempat berkaca-kaca. Bayangan Way Tulangbawang yang lebar, dalam, berkelok dan begitu panjang seolah menayang. Beliau membayangkan betapa beratnya perkerjaan sang ayah untuk sekedar bertahan hidup, plus menyekolahkan anak-anaknya.

 “Prinsip dari ayah saya, biarlah dia berkerja keras tanpa kenal lelah sendirian, tetapi anak-anaknya harus sekolah tinggi. Harapannya, jangan sampai anak-anaknya hanya menjadi pedagang kecil seperti ayahnya. Anak-anaknya harus lebih sukses. Itu prinsip ayah saya. Cita-cita itu menjadi semacam amanat hidup yang harus saya tunaikan. “

Meskipun berpendidikan rendah, Hasanusi memiliki visi hidup keluarga yang cemerlang, sadar bahwa di kampungnya tidak mungkin mengantar sekolah anak-anaknya ke jenjang tinggi, ia pindah ke Tanjungkarang pada 1970. Insting bisnis dilanjutkan dengan berdagang aneka kebutuhan pokok di Pasar Bawah. Dengan demikian, anak-anaknya dapat sekolah di tempat yang lebih lengkap sarana dan jenjangnya.

Sifat pebisnis disiplin sang ayah dalam tata kelola keuangan menurun kepada beliau. Selepas sekolah di SMPN 1 Tanjungkarang, beliau turut membantu menunggui lapak dagangan orang tuanya dan bertransaksi dengan pembeli. “Itu berlangsung terus sampai saya lulus SMAN 1 Tanjungkarang. Setelah itu, saya mendaftar jadi pegawai negeri dan lulus,” Kata mantan Kepala Biro Keuangan dan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Lampung itu.

 

PNS Karier, Walikota dan Keluarga

Kerja keras sang ayah sebagai wujud tanggung jawab dan cita-citanya yang tinggi untuk mengentaskan pendidikan empat anaknya akhirnya berbuah manis. Herman HN berhasil mewujudkan obsesi orang tuanya untuk dapat berkarier sebagai PNS dan menjadi pejabat eselon II di Pemerintah Provinsi Lampung hingga akhirnya terpilih sebagai walikota Bandar Lampung periode 2010 – 2015.

Sejak menjadi PNS, beliau terus menuai ilmu dari pengalaman dan melanjutkan kuliah dengan biaya sendiri. Bakat alam yang diturunkan ayahnya teraplikasi dalam setiap pekerjaanya.

“Sejak awal, saya langsung di Biro Keuangan Pemprov. Jadi, pengalaman saya mengelola keuangan sudah cukup banyak. Sejak Gubernur Yasir Hadibroto, Poedjono Pranyoto, Oemarsono, Tursandi Alwi, hingga Sjachroedin, saya selalu mendapat kepercayaan mereka. Alhamdulilah.”

Pengalamannya di berbagai jabatan selama menjadi PNS diakuinya menjadi modal besar baginya saat memimpin Kota Bandar Lampung.

Pada tahun 1991, beliau meminang Eva Dwiana anak ke tujuh dari sembilan bersaudara dari pasangan Iskandar Zulkarnaen asal Muaraenim, Sumatera Selatan dan Dahniar dari Sumatera Barat.  Dari pernikahannya itu, beliau dikaruniai empat orang anak, yaitu Rahmat Hidayat (Alm), Nurwahyuni (Alm), Rahmawati Herdian, dan Aisah Rania Putri.

 

 

Sebagai satu prinsip hidup yang dilaksanakannya, beliau meyakini bahwa semua kiprah hidup dan kariernya semata untuk keluarga dan kemaslahatan sesama. “Keluarga, istri, dan anak-anak bagi saya adalah segalanya. Saya dedikasikan seluruh hidup ini yang bersifat pribadi, hanya untuk mereka, sedangkan obsesi saya secara umum adalah menjadi manusia yang berguna bagi sebanyak-banyak orang,” pungkasnya.

 


WALIKOTA BANDAR LAMPUNG

 

Nama

 

:

 

Drs. H. HERMAN HN, MM

 

Tempat/Tanggal Lahir

:

Menggala, 17 Mei 1956

 

Isteri

:

Hj. EVA DWIANA

 

Anak

:

1.       RAHMAT HIDAYAT (Alm)

2.       NURWAHYUNI (Alm)

3.       RAHMAWATI HERDIAN

4.       AISYAH SAINA PUTRI

 

Riwayat Pendidikan

:

1.     SD Negeri 1 Pagardewa

2.     SMP Negeri 1 Tanjungkarang

3.     SMA Negeri 1 tanjungkarang

4.     D-3 Administrasi Negara, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lampung

5.     S-1 Administrasi Negara, Sekolah TInggi Ilmu Administrasi Lampung

6.     S-2 Magister Manajemen, Universitas Bandar Lampung

 

Jenjang Karir

:

1.     Kabag. Anggaran Daerah, Biro Keuangan Pemprov. Lampung

2.     Kabag. Pemegang Kas Daerah, Biro Keuangan Pemprov. Lampung

3.     Ka. Biro Keuangan Pemprov. Lampung

4.     Ka. Badan Penanaman Modal Pemprov. Lampung

5.     Ka. Dispenda Pemprov. Lampung