Bandar Lampung – (DISKOMINFO),Dinas Pendapatan daerah (Dispenda) Kota Bandar Lampung menyiapkan tujuh kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan dan Penagihan, di tujuh kecamatan baru hasil pemekaran beberapa waktu lalu.

Penyediaan kantor UPT Pendapatan dan Penagihan ini bertujuan untuk lebih memaksimalkan pendapatan dan memudahkan objek pajak melakukan pembayaran kewajibannya. Adapun tujuh kantor UPT yang dimaksud antara lain berada di Kecamatan Bumi Waras, Enggal, Langkapura, Way Halim, Labuhan Ratu, Telukbetung Timur, dan Kedamaian.

"Sebelumnya, ketujuh kecamatan tersebut bergabung ke UPT kecamatan induk. Misalnya UPT Kedamaian bergabung ke UPT Tanjungkarang Timur. Nah, dalam waktu dekat, setiap kecamatan sudah akan memiliki kantor sendiri," kata Kadispenda Bandar Lampung, Yusron Effendi, Rabu, (28/8/2013).

Untuk itu, kata dia, saat ini pihaknya sudah mencari lokasi kantor untuk UPT tersebut. "Kita sesuaikan anggaran. Jika memungkinkan membeli, maka kita beli. Jika tidak, maka kita sewa dahulu. Yang jelas, bagaimana pelayanan dapat maksimal dan objek pajak dapat kita jangkau lebih mudah," jelasnya.

Hal ini, terang dia, tak lepas dari harapan Walikota Herman HN. Selain dapat lebih meningkatkan sumber pendapatan daerah, juga untuk mempermudah dan memperpendek jalur birokrasi bagi para objek pajak.

"Biar masyarakat dapat lebih mudah dan efisien waktu saat akan membayar kewajibannya. Jika pelayanan baik dan tidak merepotkan, maka diharapkan wajib pajak akan lebih antusias membayar kewajibannya," imbuhnya.

Sebelumnya, Walikota Herman HN meminta UPT Pendapatan yang dibentuk di tiap-tiap kecamatan dapat bekerja pro aktif menggali potensi pendapatan. Pasalnya Potensi pendapatan di Kota Bandar Lampung sangat banyak. Namun hingga kini pengelolaan potensi tersebut belum dilakukan secara optimal.

"Saya minta Dispenda melalui UPT Pendapatan di tiap-tiap kecamatan dapat lebih pro aktif. Mana-mana saja potensi pajak yang belum terkelola atau setorannya belum maksimal, harus segera ditertibkan. Itulah fungsi UPT," ujar Herman HN.

 

Sumber : www.kupastuntas.co.id