Bandar Lampung – (DISKOMINFO), Pemkot Bandarlampung tetap terbuka menerima pengaduan masyarakat terkait kemungkinan adanya pelanggaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur bina lingkungan (Biling). Demikian disampaikan Sekretaris Kota (Sekot) Bandarlampung, Badri Tamam, Rabu (3/7/2013).

Menurutnya, pemkot melalu satker terkait yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Bandarlampung tetap akan melakukan evaluasi pada PPDB Biling tersebut. "Jika memang ada siswa dari keluarga kurang mampu namun ditolak pihak sekolah, laporkan saja pada kami. Nanti akan kita bantu agar dapat diterima di sekolah yang bersangkutan," ujarnya.

Badri Tamam mengingatkan, tahun ini Pemkot Bandarlampung telah menambah kuota bagi siswa Biling yakni sebesar 50 persen dari keseluruhan siswa baru yang diterima tiap sekolah negeri. Keberadaan Biling sendiri memang lebih diutamakan untuk siswa-siswa dari keluarga kurang mampu.

"Dengan adanya program Biling, kita harapkan seluruh masyarakat dapat mengenyam pendidikan minimal sampai sekolah menengah atas (SMA). Ini juga merupakan wujud keseriusan Pemkot Bandarlampung dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa," jelasnya.

Kalau nantinya memang ditemukan sekolah-sekolah yang menolak warga kurang mampu dalam program Biling, Badri Tamam memastikan akan memberikan teguran pada pihak kepala sekolah karena dinilai telah mengabaikan instruksi walikota.

Pun demikian dengan isu yang menyebutkan bahwa ada beberapa siswa titipan dalam program Biling, padahal secara ekonomi orangtuanya cukup mampu, juga akan ditelusuri kebenarannya di lapangan. "Jika kabar itu terbukti, kami jelas akan mencoret siswa tersebut dari daftar Biling," tegasnya.

 

 

Sumber : www.kupastuntas.co.id