Bandar Lampung – (DISKOMINFO) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung menyita 1,5 kilogram ganja dari tersangka M Arrasyid (22).

"Ganja tersebut disita dari pelaku yang merupakan warga Kelurahan Labuhanratu, Kecamatan Kedaton, dan sebelumnya aparat mendapatkan sebuah bong dari tangannya yang disimpan di bawah jok sepeda motornya saat dilakukan razia gabungan," kata Kasatnarkoba Polresta Bandar Lampung, Kompol Sunaryoto, di Bandar Lampung, Senin.

Dia menjelaskan, peristiwa penangkapan terjadi pada Sabtu (8/9), sekitar pukul 17.40 WIB, saat pelaku menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Mio tidak ada nomor polisi melintas dari arah Wayhalim menuju rumahnya, ketika aparat melakukan razia rutin di Jalan Sultan Agung.

Sepeda motor yang dikendarai pelaku digeledah, dan petugas menemukan sebuah bong atau alat hisap sabu yang disimpan di bawah jok motornya.

"Anggota kami memberhentikan sepeda motor tersebut karena gerak-gerik tersangka mencurigakan, dan kami langsung menghampiri dan menanyakan surat kendaraan, lalu dilakukan penggeledahan. Kami temukan bong di bawah jok motornya," kata dia.

Dia melanjutkan, setelah diinterogasi, pelaku mengaku alat bong tersebut habis dipakai bersama rekannya SR (berstatus DPO) di Wayhalim, sehingga aparat pun menuju rumah rekannya itu dan dilakukan penggeledahan.

Di rumah SR, didapati  ganja seberat 1,5 kilogram yang disimpan pelaku dan rekannya di belakang rumah.

"Saat ini kami masih mengejar keberadaan pelaku SR yang ketika dilakukan penggeledahan di rumahnya tidak ada. Menurut keterangan pelaku Arrasyid, ganja tersebut dimiliki oleh SR,"ujar dia pula.

Sunaryoto mengungkapkan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa seperangkat alat bong yang digunakan pelaku untuk menghisap sabu-sabu, 1,5 kilogram ganja, dua unit telepon genggam(HP), dan satu alat timbangan.

"Pelaku dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Polresta Bandar Lampung untuk dilakukan pengembangan kasusnya," kata dia lagi.

Akibat dari perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 114 sub 112, dan pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun.

(ANT)